Tutorial LAN menggunakan cisco

MEMBUAT SIMULASI JARINGAN LAN
DENGAN MENGGUNKAN CISCO PACKET TRACER

Terdapat berbagai macam software yang dapat membantu kita dalam menganalisa ataupun mendisain jaringan komputer. Dalam masa 1 semester praktikum jaringan komputer kali ini kita akan menggunakan 3 jenis tools yang bisa membantu kita dalam kegiatan praktikum.
Packet tracer adalah sebuah simulator protocol jaringan yang dikembangkan oleh Cisco System. Paket Tracer dapat mensimulasikan berbagai macam protocol yg digunakan pada jaringan baik secara realtime maupun dengan mode simulasi
Packet tracer melengkapi kurikukum Networking Academy di cisco untuk mempermudah pengajaran, menunjukkan konsep teknis yang rumit dan merancang sistem jaringan dengan jumlah perangkat yang hampir tak terbatas, mendorong praktik, penemuan, dan pemecahan masalah. Siswa dapat membangun, mengkonfigurasi, dan atasi masalah jaringan menggunakan peralatan virtual dan koneksi disimulasikan, sendiri atau bekerja sama dengan siswa lain. Yang paling penting, Packet Tracer membantu siswa dan instruktur menciptakan dunia mereka sendiri jaringan virtual "" untuk eksplorasi, eksperimen, dan penjelasan tentang konsep dan teknologi jaringan.
Versi saat ini dari Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol lapisan Aplikasi , serta dasar routing dengan RIP, OSPF, dan EIGRP, sejauh yang diperlukan oleh kurikulum CCNA saat ini. Sementara Packet Tracer bertujuan untuk memberikan simulasi realistis dari jaringan fungsional, aplikasi ini hanya menggunakan sejumlah kecil dari fitur yang ditemukan dalam perangkat keras yang sebenarnya menjalankan Cisco IOS saat ini. Dengan demikian, Pengusut Paket yang cocok untuk jaringan produksi model.
Gambar 2.1 Gambar Lampiran Packet Tracer

Di dalam pembuatan simulasi jaringan LAN adal beberapa peralatan yang digunakan yaitu :
1.      Switch / Hub
2.      Personal Computer (PC)
3.      Server
4.      Kabel UTP
5.      Router

1.1         Karakteristik dan Fungsi Peralatan
-            Switch dan HUB
Sebuah switch/Hubs adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain, bentuknya mirip dan fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan tetapi switch dan HUB juga memiliki perbedaan.
          Perbedaan switch dan HUB adalah Dari tampak luar, sebuah hub atau switch terlihat sama, keduanya memiliki jack RJ-45 untuk berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai  perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kita lihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu hanya satu device yang dapat mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktu tertentu. Jika lebih dari satu device berusaha mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision. Setelah collision terjadi maka setiap device tadi harus melakukan proses pengiriman data kembali (re-transmit). Dapat dibayangkan jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah maka otomatis kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karena akibat collision ini semua device akan melakukan proses re-transmit maka otomatis traffic jaringan akan menjadi relatif lebih lambat.

-       Server
Sebuah file server merupakan jantung dari jaringan komputer. Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation dari salahsatu node ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain. Tugas file
server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat.

-  Kabel UTP
Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Jenis kabel UTP ada 2 yaitu :
1.      Straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.  Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A
Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
1.      Menghubungkan antara computer dengan switch
2.      Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
3.      Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
4.      Menghubungkan switch ke router
5.      Menghubungkan hub ke router
2.    Cross Over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.
Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
1.      Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
2.      Menghubungkan 2 buah switch
3.      Menghubungkan 2 buah hub
4.      Menghubungkan switch dengan hub
5.      Menghubungkan komputer dengan router


-       Router
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain

2.2         Pengalamatan IP
Pengalamatan IP memiliki 32 bit angka yang merupakan logical address. IP address bersifat unik Tapi setiap komputer atau router dapat memiliki lebih dari IP address. Setiap alamat IP memiliki makna Net ID dan Host ID. Net ID adalah pada bit-bit terkiri dan Host ID adalah bit-bit selain Net ID.  Untuk membuat pembacaan lebih mudah alamat internet yang merupakan logical address ini maka dibuatlah dalam bentuk desimal di mana setiap 8 bit.
Dalam pengkelasan IP address didesain untuk kebutuhan jenis-jenis organisasi. Adapun kelas-kelas adalah sebagai berikut :
1.      Kelas A 0-128
2.      Kelas B 129-192
3.      Kelas C 193-223
Bits dalam Pengalamatan IP terdiri dari 3 kelas yaitu :
1.      0=24 bit
2.      16=20 bit
3.      168=16 bit
Contoh pengalamatan IP : 192.168.01.1, yang merupakan jenis IP kelas C
  
4.             Gambar Hasil Percobaan


1.             Langkah Percobaan
1.         Siapkan laptop / PC yang memiliki program Cisco Packet Tracer
Untuk memulai membuat jaringan pada cisco packet tracer yaitu Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah terinstal di PC/Laptop anda. Sehingga muncul jendela seperti di bawah ini:


2. Untuk peripheral2 atau komponen yang dibutuhkan terdapat pada bagian kiri bawah. Untuk menambahkan Server dan Komputer Client klik pada icon yang berbentuk Komputer. Kemudian pilih gambar komputer lalu klik pada tempat yang disediakan misalnya menggunakan 3 PC 1 server


           Cara meletakkannya seperti gambar di bawah ini


3.    Kemudian tambahkan switch atau HUB, caranya sama seperti menambahkan PC atau server.


Selanjutnya tambah PC dengan cara yang sama seperti diatas sampai sebanyak 100  PC.

4.    Setelah PC tersusun sebanyak 100 buah, maka kita membutuhkan SWITCH. Untuk 100 PC, kita membutuhkan SWITCH sebanyak 5 SWITCH. Cara memasukan SWITCH ke program tersebut. Pilih SWITCH pada Icon yang terdapat pada kiri bawah layar program.


5.   Kemudian sambungkan setiap 20 PC ke 1 SWITCH dengan menggunakan kabel Copper Straight-Throught dengan cara mengklik Icon Connections yang berada pada layar kiri bawah di program. Kemudian pilih Copper Straight-Throught untuk menghubungkan PC ke SWITCH. Namun untuk menghubungkan SWITCH ke SWITCH, kita menggunakan kabel Copper Cross-Over. Gambar rangkaian yang telah disambungkan dengan kabel dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


6.    Setelah selesai merangkai aturlah IP adress di setiap PC yang digunakan pada Cisco Packet Tracer. Klik dua kali pada PC kemudian akan muncul gambar


Kemudian klik IP conviguration, kemudian akan muncul gambar


misalnya : 193.168.1.1. kemudian klik subnet mask yang berada dibawah IP Adress tersebut. Atur IP di setiap PC yang ada.

7.      Lakukan pengecekan IP Adress pada PC dengan cara klik 2 kali pada PC, klik Dekstop, pilih command prompt kemudian ketik RUN(spasi) IP Adress setelah itu enter. Seperti pada gambar dibawah ini.



8.       Kirim pesan dari PC pengirim ke PC penerima dengan cara klik tanda gambar pesan ( add simple PDU ) yang ada pada lingkaran di gambar dibawah.



9.         Setelah diklik tanda tersebut pilihlah mana PC yang akan dijadikan pengirim atau penerima
10.         Setelah semua dilakukan jalankan program. Dengan cara mengkik gambar yang di lingkari


11.   Percobaan kedua, masukkan 100 buah PC dan sebuah Switch kemudian atur IP Address dan Subnet Mask semua PC tersebut, IP yang digunakan pada percobaan ini adalah 192.168.1.1 sampai 100, kemudian lakukan percobaan pengiriman pesan dari PC 19 ke PC


12.    Untuk menjalankan simulasi, klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel.


13.     Kemudian Pesan akan sampai ke PC tujuan.
            14.      Dan akan kembali ke PC pengirim dan menyampaikan berita bahwa pesan telah terkirim                    ke PC yang ditujuh.



Analisa
   Dari percobaan diatas dengan mengunakan software Cisco Packet Tracer menghubungkan 100  PC ke 10 Switch lalu di hubungkan lagi ke 1 Server. Dalam melakukan simulasi jaringan yang perlu     diperhatikan ialah kabel penghubung, namun pada apliksi Cisco Packet Tracer kita dapat menggunakan connection dengan tanda seperti petir yang akan otomatis melakukan penghubungkan kabel baik pada peralatan yang sama ataupun peralatan yang berbeda.
Selain itu pada saat melakukan setting IP sebaiknya gunakan Server, karena dengan Adanya Server pada simulasi jaringan maka akan mempermudah dan menghemat waktu saat setting IP pada setiap PC. Jadi cukup menuliskan setting IP pada Server secara STATIS (192.168.1.1) dan subnet secara defult muncul 255.255.255.0 jadi untuk memasukan IP pada setiap PC cukup pilih konfigurasi IP secara DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol) suatu sistem yang memberikan IP kepada host secara otomatis, tanpa harus menuliskannya satu per satu.


Kesimpulan
Berdasarkan pratikum diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.    Cisco Packet Tracer sangat mempermudah mahasiswa dalam melalukan simulasi jaringan LAN dengan perangkat yang tak terbatas. Software ini sangat praktis digunakan untuk mendesain topologi jaringan yang kita inginkan, disertai dengan berbagai perangkat - perangakat jaringan dibutuhkan pada suatu area network misal router, switch, hub maupun perangkat lainnya.
2.    Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through
Router – Switch
Router – Hub
PC – Switch
PC – Hub
3.    Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over
Router - Router
Router – PC
Switch - Switch
Switch – Hub
Untuk mengkonfigurasi Router melalui PC gunakan kabel Roll-Over.
4.    Gunakan Sever, maka akan mempermudah dalam setting IP, maka dapat menggunakan DCHP (Dinamic Host Configuration Protocol) suatu sistem yang memberikan IP kepada host secara otomatis.
5.    Swicth dapat menampung sebanyak 24 Port untuk 1 Switch, sedangkan Hub hanya menampung Port 5 untuk 1 Hub.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar